Jan 29, 2018

Your Views About Religion

Sebenarnya topik diskusi yang ketiga adalah mengenai binatang peliharaan, tapi berhubung gue ga ada binatang peliharaan yaudah gue move ke topik yang keempat.

"Your Views About Religion" 

Pandangan gue mengenai agama?! hmm... bisa dibilang ini merupakan topik yang sensitif. Banyak orang yang bilang "agama tuh kayak kelamin ya lo gausah pamer-pamerin ke orang banyak", tapi menurut gue nggak. Why? Kenapa? apakah lo malu akan agama lo?, apa yang salah dengan mengumbar suatu agama?. Semua orang tau bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan dan keagungan tuhannya masing-masing. Just be open! mau lo itu kristen, islam, budha, hindu, yahudi, shinto, atheisme, agnostik. Ga ada yang salah akan hal tersebut. 

Setiap orang memiliki kuasanya sendiri untuk memilih agama yang dianutnya, apalagi kalo tinggal di negara dengan beragam suku bangsa seperti Indonesia. Sila pertama Pancasila sendiri sebenarnya sudah terpampang dengan jelas "Ketuhanan Yang Maha Esa". Jelas terlihat bahwa agama merupakan suatu kebebasan. Namun, ketika melihat isu-isu agama yang ada saat ini gue kok ngerasa sila pertama Pancasila kesannya sudah tidak menjadi pegangan bangsa. Seseorang A menghina agama B, tapi berhubung A memiliki agama yang berbeda, agama si A ikut terlibat dengan mencerminkan bahwa semua umat agama A adalah buruk. Sejujurnya kepala gue mendidih, yang salah itu anggota agama A bukan agama A!. Kenapa manusia belakangan ini menilai bahwa agama mereka adalah agama terbaik maupun paling benar, namun cara yang dilakukan adalah dengan melakukan suatu stereotype maupun prejudice. Benar atau tidak sejujurnya urusan kalian yang menilai agama kalian, tapi tidak dengan menjelekkan agama lain. Terkadang sesama umat agama juga menstigma. Ketika "Eh, si X kan islam ya, tapi kok bla...bla...bla". Hal ghibah tersebut sebenarnya juga dilarang oleh agama, bahkan termasuk dosa yang tergolong berat. Mengapa sebagai sesama umat tidak mengingatkan dengan halus? mengingatkan dengan cara yang terbaik dan mengarahkan kepada jalan yang benar? seenggaknya mengingatkan sesama itu mendapat pahala, dibandingkan melakukan perbuatan ghibah. 

Pada intinya pandangan gue mengenai agama masih sebagai sesuatu yang gue butuhkan. Gue masih dan akan selalu mengganggap agama sebagai sesuatu yang harus gue ikuti. Pengalaman gue dengan memegang salah satu agama masih membuat gue takjub, karena semua keberhasilan atau pencapaian yang gue lakukan bisa di raih setelah gue berdo'a. Keluarga gue sendiri bisa di bilang sangat percaya dengan agama, tetapi perlu diketahui bahwa mereka tidak pernah mengajarkan gue untuk mencela dan tetap menghormati agama lain sembari menjalankan perintah agama. Gue sendiri jadi inget perspektif Dalai Lama tentang agama "The purpose of religion is to control yourself, not to criticise others". So, begitulah pandangan gue mengenai agama. 

Dec 29, 2016

Where Would You Like To Be In 10y

Okay
Sebenernya semua orang pengen mencapai tujuannya dengan kata lain sukses, namun permasalahannya adalah ketika lo menghadapi rintangan-rintangan yang menghalangi kesuksesan lo. Gue pribadi takut sama rintangan yang menghalangi kesuksesan gue, ketika gue berasa di suruh lompat dari ketinggian 700m okay ini lebay tapi itu yang gue rasain. Semua orang sukses gue yakin pernah menghadapi segala macam rintangan yang entah gimana caranya bisa mereka selesaikan dan gue mau seperti mereka. 
Judul postingan gue secara ga langsung menceritakan apa yang gue impikan. sekarang umur gue adalah 19 tahun dan 10 years later gue bakal 29 tahun. Yeah umur yang cukup mapan buat mencapai awal kesuksesan karir seseorang. Di umur gue yang ke 29 gue harap gue udah tamat kuliah S2, iya gue sepengen itu punya jenjang pendidikan yang tinggi Gue juga mau kalo nantinya gue bisa ngebahagiain orang tua gue, walaupun apa yang gue kasih ga akan sebanding dengan apa yang mereka kasih, seenggaknya i will not ruin my own future and make them dissapointed because of me. Siapa sih orang tua yang nggak sedih kalo masa depan anaknya katakanlah terbengkalai.
10 tahun lagi yang jelas gue mau punya condo atau apartement atau rumah sendiri. Gatau kenapa. I want decorate my own house like what i saw in tumblr or pinterest. Dari dulu gue suka banget sama yang namanya dekorasi atau design interior, makanya gue pengen punya rumah sendiri. I wanna travelling as much as i can, but seminim minimnya gue pernah nginjek 3/7 continent. okay mungkin ini terlalu mengkhayal but i just can't resist. Maybe for some of you it's out of your mind but if i can i really wanna go to yakust until kenya/ tanzania. when you travelling ke suatu daerah lo pasti bakal nemu keunikannya. di yakust gue bisa nemuin salju yang ga akan abis sepanjang tahun dan mungkin di kenya gue bisa ketemu jerapah/ gajah/ harimau/ singa and it's real dari afrika. so it's doesn't matter for me. 
intinya di umur gue yang ke 29 gue harap gue udah pernah merasakan pengalaman-pengalaman baru yang gue dapetin. gue gamau jadi orang yang bisa di hina oleh orang lain karena kebodohan gue. i want to show to everyone kalo gue itu orang yang bisa diandalkan. and the last i hope that i can facing obstacle that obstruct my goals. 

Sep 11, 2016

My Current Relationship

Okay! sesuai janji gue untuk membikin blog challege nyatanya tidak bisa selesai selama 30 hari dengan tepat, dikarenakan kehidupan mahasiswa baru yang sekarang sedang gue jalani.

Disini sejujurnya gue gak akan terlalu buka bukaan soal my current relationship, karena sejujurnya topik ini merupakan salah satu privasi dalam kehidupan setiap insan *anjay

Jadi gue mulai menyukai orang kelas 5 sd, i know itu terlalu muda lol tapi setelah gue tau gue hanya mengagumi karena dia termasuk kategori orang pintar di sekolah sd gue. Mungkin namanya juga anak sd ya itu ga berlangsung lama.

Perlu gue tekankan bahwa gue gak ngebahas banyak disini. Gue mempunyai seorang mantan yang sudah 2 tahunan bersama gue. ya sejujurnya gue putus karena kesalahan pada pihak dia, membohongi adalah sesuatu hal yang sangat gue benci dan dia membohongi gue dengan sangat tidak masuk akal *gue tau ini bukan kalimat efektif*. Dia membohongin gue selama kurang lebih setahun tepatnya, dan akhirnya gue memutuskan dia karena, sejujurnya it's became my nightmare until now

Sampai pada titik sekarang gue memutuskan untuk tidak membuka hati pada siapapun, entah sampai kapan, tapi kalo mungkin di bilang gue trauma maka jawaban gue adalah iya. Bagaimana bisa lo build a new relationship tapi lo sendiri ga percaya, jadi lebih baik gue gak membuka hati pada siapapun.

Terdengar kabar di media maupun ocehan orang bahwa gue sadar semakin hari lelaki semakin berengsek, jujur gue nggak sama sekali ingin membuat sebuah stereotip seperti itu tapi nyatanya keadaanlah yang membuatnya seperti itu. Gue semakin takut untuk memulai hubungan baru setelah memiliki stereotip seperti itu.

Jadi, sebenarnya gue bukan tidak mau untuk memulai sebuah hubungan tapi perlu pembuktian yag akurat bahwa seseorang itu adalah orang baik baik dan bukan brengsek .

Jul 11, 2016

TAKE A NEW CHALLEGE

I'LL DO NEXT MONTH

NEVER IMAGINE

Holaa
kali ini gue mau cerita tentang kebahagiaan gue yang sebaiknya gue ceritakan kepada kalian
kejadian 2 minggu lalu yang bisa merubah hidup gue secara signifikan
yas!!!!
Jadi, tanggal 28 Juni 2016 merupakan pengumuman SBMPTN kebayang dong betapa deg degan gue.  Hari demi hari berlanjut tanpa gue rasa udah h-1 pengumuman. mulai lah gue panik, gemeter, mual, mau nangis, ah segala macam rasa lah pokoknya. berhubung pengumumannya jatuh pada bulan puasa yaudahlah gue melaksanakan i'tikaf tiap hari demi do'a mujur dan di ijabah, secara gue bukan ahli surga atau apa sekali do'a langsung ijabah yaudahlah gue memutuskan untuk memanfaatkan bulan ramadhan dengan sebaik baiknya.
Lanjut cerita pas hari h pengumuman tepatnya jam 2 siang gue sama sekali gak berani buka, nyali gue seketika hilang sama sekali karena trauma masa lalu dimana gue ditolak berkali kali. Ketika bapak gue tanya kenapa gak buka gue dengan klasik ngejawab "nggak ah, sama mamah aja biar buka bareng bareng" sok tegar ga jelas depan bapak gue, disamping itu group tempat les gue udah berisik pada selamatin yang keterima SBMPTN, jelas gue makin panik, takut, dan mau muntah. Gue melakukan berbagai cara supaya gue sibuk dan nggak kepikiran sama sekali entah nonton tv, nyalain laptop, nge game, nonton koriya, dsb. Sekitar jam set 3 tiba tiba guru les gue bilang "SELAMAT GEMALA" lah gue panik, iya yang nge check guru les gue, sebelumnya memang dia minta nomor peserta dan tanggal lahir. Gue langsung bilang ke bapak gue kalo gue keterima, eh disangka boong -_- katanya suruh cek lagi, dan nyebelinnya pas mau gue check websitenya down ugh........ Gue telfok mamake terlebih dahulu dan dia nangis wkwkwk, *iyalah dulu kan gue nyusahin orang tua mulu dengan bayaran sekolah paling mahal *sorrymommydaddy** dan terkejut tidak percaya. Beberapa jam kemudian gue buka lagi websitenya dan ternyata it's real dude, it's real!!!!
Setelah selang beberapa minggu gue baru sadar kalo selama ini apa yang gue kerjakan gak pernah maksimal sama sekali dan akhir akhir ini gue baru sadar kalo memang mendapatkan sesuatu harus belajar maupun kerja keras. Karena gue mau banget kuliah di PTN dan tahun lalu gue gak keterima ya gue harus merubah cara hidup gue yang tadinya super malas dan suka menunda sesuatu menjadi orang yang lebih rajin dan mengerjakan awal waktu.
Sejujurnya gue gak pernah kebayang lho masuk PTN apalagi universitas ternama sekelas UI, itu kayak kemungkina ngaco yang selalu gue buat, secara gue dari TK hingga SMA sama sekali bukan murid yang pintar, gak pernah masuk ranking, selalu remed dari SD, ga pernah mau suruh nulis dan baca waktu TK, selalu keluar terakhir karena kelamaan nulis huruf hijaiyah, selalu telat sekolah, pernah jadi peringkat 2 dari belakang, dan ga diakuin orang orang karena gue termasuk golongan orang kurang pintar. Let's say i'm stupid before but hey look at me now!!! sumpah ya semua orang bisa berubah atas kemauan lo sendiri, coba dulu gue pasrah dan masuk swasta aja dan gak coba kesempatan ikut sbm sekali lagi, mungkin gue akan sama seperti gue yang dulu, the lazy and procrastinate, tapi kenyataannya tidak gue harus berani dengan segala resiko yang gue ambil dimana gue nunda satu tahun demi masuk PTN dan galau melihat serta mendengarkan teman gue bercerita tentang kehidupan kampusnya. Gue disini sama sekali tidak menjugje PTS tapi tujuan gue masuk negri adalah meringankan biaya orang tua gue at least sekali seumur hidup untuk biaya sekolah.
and pesan gue terkahir adalah don't even you judge someone from their school grade, because the best lesson that you've learned is experience

so this is the proof